Rabu, 15 Juni 2016

Download Game pc Gratis


Kawan Kawan sekalian hari ini saya akan memberi anda url untuk mendownload game pc geratis dan banyak yang memainkan  ini hanya beberapa karena ini part pertama jadi hanya ada beberapa jika ingin mendownload maka click saja url url tersebut selamat mendownload

-------------------------------------------------

The sims  4

http://filch0slguru.com/DedicatedRequest.php



pro-evolution-soccer-2016

http://filch0slguru.com/DedicatedRequest.php



The sims 4 deluxe

http://oceanofgames.com/Cloud-VPS-Download.php


Kerbal space

http://oceanofgames.com/Cloud-VPS-Download.php

The sims medieval

http://filch0slguru.com/DedicatedRequest.php

GTA LIBERTY CITY GAME

http://filch0slguru.com/DedicatedSource.php

GTA V / 5

http://filch0slguru.com/DedicatedPerformance.php

WWE Smackdown Vs Raw 



-------------------------------------------------
sekian terima kasih :)

Minggu, 05 Juni 2016

FIFA 16 VS PES 2016 PILIH MANA!!!!!!!

Pro Evolution Soccer dan FIFA, kedua seri ini sudah “saling melengkapi” semenjak saya masih duduk di Sekolah Dasar. Waktu itu, FIFA 98: Road to World Cup menjadi game sepak bola dengan grafis 3D pertama yang saya mainkan, sepaket dengan PC bekas yang ayah saya beli.
FIFA pun menjadi game sepak bola idola saya. Masih teringat saat saya membeli FIFA 2000untuk PlayStation, menambah koleksi game keluaran EA Sports seperti NBA yang juga saya gandrungi saat itu. Rasanya tidak ada game sepak bola lain di dunia ini yang sekeren FIFA, hingga teman-teman saya mengenalkan dia…
Winning Eleven saat itu saya lihat sebagai game yang inferior dibandingkan FIFA, setidaknya untuk kesan pertama. Grafis yang dihadirkan kalah dibandingkan dengan FIFA yang saat itu pemainnya terlihat lebih realistis dan besar. Winning Eleven masih menghadirkan pemain yang terlihat kotak-kotak.
FIFA 16 | Screenshot 1
FIFA 16
Tetapi, setelah mencobanya, saya pun menelan ludah sendiri dan menyukai Winning Elevendibandingkan FIFA. Sebabnya? Gameplay yang lebih seru dan tentunya pengaruh lingkungan.
Belasan tahun kemudian, Winning Eleven dan lanjutannya Pro Evolution Soccer (PES) terus berjaya (setidaknya di hati saya). Namun, beberapa tahun belakangan harus diakui FIFAmendominasi baik dari segi grafis, gameplay, hingga fitur-fitur lainnya, walaupun tahun lalu keduanya cukup seimbang. YahFIFA sedikit di atas lah.
Lalu siapakah yang berhasil menarik hati saya pada edisi kali ini? Apakah PES 2016 dengan Fox Engine yang mampu menghasilkan game spionase canggih seperti Metal Gear Solid V: The Phantom Pain? Ataukah FIFA 16 yang memiliki segudang lisensi eksklusif dan jugaupdate konten yang selalu terkini? Inilah penilaian saya.

Permainan Taktis Defensif Melawan Dinamis Atraktif

Pro Evolution Soccer 2016 | Screenshot 1
Saat saya memainkan kedua game ini, terasa betul perbedaan gaya permainan yang dirasakan. Ketika saya bermain FIFA 16, sulit sekali rasanya untuk mencetak gol. Hal ini sebenarnya juga saya rasakan ketika memainkan FIFA 15 lalu.
Dua faktor yang menurut saya paling menentukan yaitu kesigapan kiper dan kesulitan membuat tembakan bagus di FIFA 16. Untuk melakukan tembakan ke gawang, di sini kamu harus menahan tombol tembakan cukup lama dan mengarahkannya dengan benar.
Terlalu sebentar, maka bola terlalu lemah dan dengan mudah diambil kiper. Mengarahkan terlalu “bersemangat” (terkadang saya cukup geregetan menekan tombol arah), maka bola akan melebar. Butuh waktu yang cukup lama agar gauge power tembakan cukup penuh sebelum akhirnya diambil atau diblok lawan.
Berbeda dengan PES 2016, ketika kamu sudah berada pada posisi bagus di depan gawang, maka hampir pasti kamu akan mencetak gol (kecuali kamu panik). Di sini justru gauge powertembakan sangat cepat terisi dan jika kamu terlalu lama menekan tombolnya, bola akan melayang ke atas atau melebar.
FIFA 16 | Screenshot 2
FIFA 16
Kiper pun rasanya tidak terlalu sigap dalam menghalau tembakan jika dibandingkan denganPES 2015. Bahkan di posisi yang rasanya sudah saya jaga dengan baik pun lawan masih bisa mencetak gol. Mungkin Konami ingin membuat pemainnya mencetak gol lebih banyak, atau melakukan pertahanan lebih baik.
Dari segi pergerakan pemain, kedua game memiliki kualitas yang setara. PES 2016 dan FIFA 16 memiliki physics engine yang sangat baik dan realistis, walaupun dengan gaya yang berbeda. Meskipun setara, kredit mesti lebih diberikan kepada PES, karena peningkatan yang terasa lebih signifikan dibandingkan FIFA.
Perubahan yang signifikan dari FIFA 16 adalah adanya fitur driven ground pass untuk melakukan operan datar dengan cepat. Operan ini memungkinkan pemain membangun serangan lebih cepat dan mematikan, terutama dari serangan balik.
Siapa yang menang di aspek gameplayVideo game sepak bola adalah sebuah simulasi yang berdurasi lebih pendek dari permainan sembilan puluh menit pada sepak bola asli. Dengan waktu yang lebih terbatas, tentunya ada hal yang harus disesuaikan agar pemain bisa menikmatinya.
Pro Evolution Soccer 2016 | Screenshot 2
PES 2016
FIFA 16 saya rasa dibuat terlalu realistis sehingga justru membuat pemain, layaknya olahraga aslinya, kesulitan untuk mencetak gol hanya dalam waktu belasan menit. Hasilnya? Permainan terasa membosankan dan terkadang membuat frustrasi.
PES 2016 sendiri membuat game menjadi lebih simpel dan penuh aksi, layaknya menontonhighlight pertandingan sepak bola. Karena ini, saya memenangkan PES 2016 untuk aspekgameplay.
Oh iya, honorable mention harus saya berikan kepada fitur sepak bola wanita di FIFA 16 yang justru memiliki gameplay yang lebih saya nikmati dibandingkan versi prianya. Sayang, kamu hanya bisa menikmatinya di pertandingan persahabatan dan turnamen kecil.

PES MyClub dan FIFA Ultimate Team, Serasa Bermain Game Mobile


FIFA 16

PES 2016
Dilihat dari apa yang mereka promosikan, tampaknya PES 2016 dan FIFA 16 menjagokan masing-masing fitur ini. PES MyClub dan FIFA Ultimate Team adalah sebuah mode game di mana kamu akan membuat tim terbaik.
Lucunya, ketika saya memainkan kedua mode ini, saya merasa seperti memainkan game mobile, terutama dengan fitur cara mendapatkan pemain yang seperti mesin undian. Apalagi dengan adanya dua jenis mata uang yang tersedia (IAP?).
Kesan realistis malah menjadi semakin jauh di sini dan saya pun tidak perlu waktu lama untuk keluar dari kedua mode ini. Lebih baik memainkan Career Mode (FIFA 16) atau Master League (PES 2016) saja sekalian daripada main di mode ini.
Tidak ada yang menang di sini tentunya.

Pengalaman Online yang Berbeda walaupun Koneksi Sama


PES 2016

FIFA 16
Ketika bermain onlinePES 2016 dan FIFA 16 memberikan perbedaan kecil namun sangat signifikan. Ya, perbedaan kecil itu ada dalam bentuk mili sekon yang sangat mempengaruhi pengalaman bermain.
Setelah dua sampai tiga kali bermain mode online, saya dapat menyimpulkan bahwa FIFA 16memiliki koneksi yang lebih stabil daripada PES 2016. Untuk urusan server, EA bisa dibilang lebih unggul daripada Konami.
Saya sering mengalami respons kontrol yang sangat terlambat di PES 2016, membuat saya tidak bisa bermain dengan cepat. Gerakan saya pun menjadi terbaca dengan mudah oleh lawan, begitu juga pertahanan yang sering kacau balau.
Jadi, untuk permainan onlineFIFA 16 adalah pemenangnya.

Fitur Tambahan, Gimmick, dan Lainnya


FIFA 16

PES 2016
Sudah jelas, PES secara umum sangat kalah dari segi lisensi ketimbang FIFA. Hal ini sudah menjadi hal yang ditemukan sejak pertama kali PES muncul. Yang membuatnya populer adalah kemampuan para modder yang mengutak-atiknya di zaman Winning Eleven dulu dan kini PES versi PC yang memiliki banyak patch.
Di console, tidak banyak yang bisa kamu lakukan selain mengeditnya sendiri. Pekerjaan rumah yang melelahkan dan hanya saya lakukan terhadap tim favorit saya saja, itu pun sekadar mengganti namanya.
Di lain pihak, EA bak diva melenggang dengan berbagai lisensi eksklusif dari FIFA. Semua, sekali lagi, semua klub yang ada di liga seluruh dunia mungkin bisa saja dimasukkan oleh EA jika ia mau. Mereka juga memiliki fitur update otomatis yang akan mengubah susunan pemain sesuai transfer atau bahkan formasi di pertandingan terakhir.
Secara pencatatan statistik, FIFA 16 juga tampak lebih mendetail. Di Career Mode individu (ekuivalen dengan Become A Legend di PES 2016) contohnya, kamu akan ditantang untuk melakukan berbagai kegiatan mendetail di setiap pertandingan, seperti key pass (operan penting), tembakan ke arah gawang, dan sebagainya. Indikator kamu bermain bagus pun lebih jelas, walaupun sebenarnya saya lebih betah bermain Become A Legend di PES 2016karena kembali lagi ke gameplay.
Untuk kategori ini, fan PES pastinya tidak akan pernah puas dan cemburu akan fasilitas yang dimiliki FIFA. Dan hingga ada kejadian drastis yang mengubah kekuatan lisensi milik EA, pemenang sudah jelas selalu ada di pihak FIFA.

Kesimpulan: Kamu Mau Serius atau Fun?


FIFA 16

PES 2016
Bagi kamu yang mendewakan lisensi, update pemain yang aktual, serta simulasi sepak bola yang lebih realistis, maka FIFA 16 jelas akan menjadi pilihan kamu. Akan tetapi, kamu harus rela frustrasi akan kerasnya kehidupan sepak bola di sini. Skor kaca mata 0-0 atau miskinnya gol akan menjadi makanan sehari-hari (kecuali kamu sangat jago tentunya).
PES 2016 di lain pihak membawa keindahan di permainan yang memang seharusnya indah ini. Sebagaimana Winning Eleven kita nikmati dulu, yaitu dimainkan bersama teman-teman, di sinilah PES 2016 berjaya. Rekan-rekan Tech In Asia yang memainkan PES 2016 bersama saya pun mengakui bahwa PES 2016 lebih seru untuk dimainkan bersama.
Saya tidak mengatakan bahwa PES 2016 tidak bisa dinikmati jika dimainkan sendiri. Contohnya adalah mode Become A Legend yang mampu membuat saya tidur larut selama dua hari berturut-turut di hari kerja.
PES 2016 bagi saya memenuhi tujuan sebuah video game olahraga dibuat, yaitu membuat pemainnya bisa menjadi bintang. Hal yang tidak sulit dicapai di dunia nyata. FIFA 16tentunya akan tetap menjadi pilihan bagi fan beratnya, namun PES 2016 hadir sebagai penyegar untuk para pemain netral dan membuat penggemar setianya merasa seperti “kembali ke habitatnya”.
PENILAIANPES 2016FIFA 16
GameplayCepat, indah, menyenangkan"Terlalu" realistis, membuat permainan membosankan
GrafisKalah di tekstur wajah pemainTekstur wajah lebih manusiawi dan mirip pemain asli
Multiplayer OnlineBeberapa mili sekon di belakang FIFALancar jaya
MyClub Vs. Ultimate TeamKeduanya sama sajaTidak menarik
Lisensi,Gimmick, dan Fitur LainKalah jauh tentunyaDimanjakan lisensi penuh dari FIFA
KesimpulanUntuk kamu yang ingin menikmati permainan indah dan cepat, PESjawabannyaMendewakan lisensi dan kemudahan update pemain? Pilih FIFA

FIFA 16

PlayStation Store Link (Asia): FIFA 16, Rp758.000

PES 2016

Amazon Link (Multiplatform): Pro Evolution Soccer 2016

--------------------------------------
sumber:https://id.techinasia.com/

Kamis, 12 Mei 2016

cara instal aptoide di android

selamat malam kawan kawan kali ini saya akan memberi tahu bagai mana mendownload APTOIDE

Apa itu APTOIDE ??

APTOIDE adalah pasar untuk mengunduh aplikasi Android yang tidak mengharuskan registrasi, dan memungkinkan pengguna membuat pasar sendiri yang dapat dibagikan dengan orang lain. Ini berarti pemain dapat membagi beberapa game dan aplikasi yang tidak dimiliki pasar lain, atau yang hanya memiliki aplikasi berbayar.

Bagaimana cara instalnya ?


1.klik tulisan download di bawah 

2.tunggu sampai selesai mengunduh
3.pasang 

Dan selamat menggunakan kawan :) 





DOWNLOAD

Rabu, 04 Mei 2016

Kelebihan dan Kekurangan Processor Intel dan AMD

seperti yang kita ketahui,dari sekian banyak produsen prosesor yang ada,hanya ada dua merek dagang yang menguasai pasar dunia dan khususnya di INDONESIA,yaitu INTEL dan AMD. Dan mungkin dari sebagian orang awam malah hanya mengenal satu nama saja,yaitu INTEL.namun,bagi orang yang sudah terjun ke dunia komputer saya kira sudah tidak asing mendengar nama AMD.

Tapi sayangnya nama AMD ini dipersepsikan sebagai prosesor yang murahan, cepat panas, dan jelek. Bahkan ada yang berasumsi bahwa processor AMD merupakan imitasi dari prosesor Intel. Hmm... Ya nggak salah juga sih, awalnya AMD memang hanya membuat prosesor dengan meniru teknologi Intel dan atas izin pihak Intel tentunya. Namun, karena satu dan lain hal, terjadi persengketaan yg cukup sengit antara Intel dan AMD dan pengadilan mengharuskan AMD mengembangkan sendiri teknologi pembuatan prosesornya (katanya sih gitu biggrin). Sejak itulah para enginer AMD terpaksa bekerja keras untuk membuat prosesor sendiri agar tidak dituduh menjiplak prosesor Intel

Akhirnya mereka pun berhasil membuat prosesor yang bisa mengimbangi Intel, bahkan dalam suatu periode waktu tertentu procesor mereka mampu mengungguli guru-nya, dalam hal ini gurunya yg dimaksud adalah procesor Intel. Namun harus diakui bahwa dalam bidang pemasaran AMD masih tertinggal jauh dari Intel, tetapi tidak dalam bidang "Teknologi"nya. Dan menurutku persepsi bahwa AMD itu murahan, cepat panas, jelek, dll saat ini sudah tidak berlaku

Apalagi AMD saat ini sudah mengeluarkan prosesor terbarunya yaitu AMD Bulldozer yang diklaim merupakan procesor tercepat saat ini. Dan itu merupakan saingan dari Core i7 milik Intel. Tentu kita punya pilihan yang sama-sama mumpuni untuk prosesor, entah itu Intel maupun AMD. Keduanya sama sama baik. Masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan ini ada sedikit perbandingan antara kedua procesor tersebut.

Kelebihan Intel

Temperatur pada Intel dapat diatur oleh prosesornya sendiri. Artinya prosesor Intel akan mengurangi kecepatan kinerjanya jika prosesor terlalu panas
Tidak berisik. Karena beberapa versi dari procesor Intel tidak menggunakan pendingin aktif seperti kipas, melainkan hanya menggunakan heatsink saja
Intel menang di brand image dan pemasaran-nya. Mungkin ini dikarenakan Intel ada lebih dulu ketimbang AMD
Dengan harga yang standar (misalnya Intel Pentium 4), kinerjanya sudah lumayan cepat
Prosesor Intel lebih kuat pada aplikasi multimedia

Kekurangan Intel

Jika terjadi kerusakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal, karena pada beberapa produk, prosesor dan motherboardnya menyatu.
Lemah dalam urusan grafis
Harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk performanya yang hebat

Kelebihan AMD

Harga relatif lebih murah daripada procesor Intel
Hyper Transport Technology. Teknologi penggandaan bus pada jalur system sehingga data yang dapat diantar dalam satu waktu lebih banyak karena lalu lintas data yang lebih cepat
Integrated Memory Controller. Memungkinkan prosesor untuk melakukan pengaksesan memory langsung tanpa melewati chipset northbridge terlebih dahulu
Enhanced Virus Protection. Teknologi yang memungkinkan prosesor mendeteksi virus sehingga tidak akan diproses apabila terdeteksi
Cool n’ Quiet. Dengan teknologi ini memungkinkan penggunaan power yang efektif dan sistem yang lebih hening saat menggunakan kinerja sesuai dengan kebutuhan
AMD64 Technology. Teknologi yang sangat mumpuni untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang berbasis 64 bit

Kekurangan AMD

AMD cepat panas. Namun itu dapat diatasi dengan cooler, seperti teknologi Ice Cool pada ASUS.
AMD kurang terkenal jika dibandingkan dengan Intel. Masyarakat lebih menggandrumi Intel dibanding AMD
Tidak semua game kompatibel dengan AMD


Hmm... Itu dia sekilas tentang perbandingan antara procesor Intel dengan procesor AMD. Bagaimana pendapat sobat? Pilih Intel atau AMD? Keduanya sama-sama bagus kok, tapi kalau saya disuruh milih saya lebih ke AMD, nggak tau apa alasannya, soalnya hati bilangnya gitu. Hehe..
Mungkin itu dulu yang dapat saya posting pada kesempatan ini. Jika ada pendapat/argumen yang berbeda mengenai Intel maupun AMD, silahkan suarakan melalui kolom komentar